Sejarah Singkat Provinsi Sulawesi Tenggara

Sejarah Singkat Provinsi Sulawesi Tenggara

Pada tahun 1938, saat Afdeeling Buton and Laiwoi dirubah jadi Sulawesi Tenggara dengan ibukotanya Bau-Bau. Lahirnya UU No. 44/1950 mengenai Pembentukan NIT, sekaligus juga membagi daerah bagian sebagai alternatif sisa Afdeeling Buton dan Laiwoi serta Onder Afdeeling Kolaka jadi bagian dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada awal kemerdekaan, Provinsi Sulawesi Tenggara masih juga dalam bagian Provinsi Sulawesi (Groote Celebes) menjadi salah satunya provinsi dari 8 (delapan) provinsi yang dibuat berdasar pada sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, dengan ibukotanya kota Makassar yang di pimpin oleh seseorang gubernur. Ditingkat residen penduduk Sulawesi Selatan serta Tenggara menekan pemerintah supaya kombinasi daerah Celebes Selatan dibubarkan. Oleh Gubernur Sulawesi mengeluarkan Ketentuan Pemerintah No. 34/1952 mengenai Pembentukan Daerah Otonom satu tingkat Kabupaten pada ke tujuh daerah administrasinya, yakni : Makassar, Bonthain, Bone, Pare-Pare, Mandar, Luwu serta Sulawesi Tenggara.

Rumah Klasik Adat Laikas

rumah klasik

Rumah adat Sulawesi Tenggara laikas adalah rumah dari suku Tolaki yaitu suku yang tinggal di sekitar kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara. Rumah klasik adat laikas [Malige] ini mempunyai model rumah klasik panggung yang umumnya terbagi dalam tiga sampai empat lantai. Sisi bawah atau kolong rumah adat laikas ini dipakai untuk memelihara hewan ternak seperti ayam atau babi.

Untuk lantai pertama serta ke-2 akan digunakan menjadi hunian raja serta permaisuri, sedang lantai ke-3 akan dipakai untuk menaruh beberapa benda pusaka. Dan lantai ke empat digunakan menjadi ruang untuk melaksanakan ibadah serta bersemedi.

Di bagian kanan dan kiri lantai ke-2 ada ruang khusus yang akan digunakan untuk menenun kain atau baju tradisional yang disebut dengan bone. Kekhasan dari rumah adat laikas atau malige ini ialah tidak menggunakan bahan logam sama sekali seperti penggunaan paku, akan tetapi cuma memakai semua bahan yang telah disiapkan alam seperti kayu serta sisi atap terbuat dari rumbai alang-alang atau nipah. Serta untuk balok kayu akan digunakan untuk tiang serta untuk dinding atau badan rumah menggunakan material papan. Semua ini akan dijadikan satu jadi bangunan memakai serat kayu atau pasak kayu.